Rahasia psikotes (1)

Rahasia psikotes Buat orang-orang yang baru lulus kuliah kemudian melamar pekerjaan atau new job seeker lainnya, kebanyakan dari mereka menganggap bahwa tes psikologi merupakan suatu momok. Banyak yang sudah down ketika mehadapi tes psikologi itu belum ditambah lagi banyaknya para pesaing yang merebutkan posisi tersebut. Semakin profesional suatu perusahaan semakin susah tes psikologi yang akan dihadapi.

Berbagai macam tipe tes psikologi yang dilakukan. Mulai dari tes wawancara, FGD, menggambar, hitungan, pandang dimensi dan entahlah apalagi istilah orang-orang psikologi menyebutnya.

Nah saya akan membagi sedikit rahasia tentang tes psikologi nih (berdasarkan pengalaman saya sendiri), mudah-mudahan membantu dan ga diamuk tim psikologi dari manapun karena saya telah membeberkannya disini, hehehe.

Biasanya pertama kali akan disuruh menceritakan tentang diri anda sendiri (kalau pesertanya banyak biasanya dibagi dalam beberapa kelompok). Ceritakanlah tentang anda sedetailnya juga tentang anggota keluarga kalian secukupnya, mulai dari berapa saudara pekerjaannya apa begitu juga dengan kedua ortu, karena kedeketan dengan anggota keluarga sangat penting bagi orang-orang psikologi.

Kalau disuruh menggambar orang, gambarlah diri anda sendiri. Jangan menggambar orang lain apalagi kartun. nanti akan disuruh menulis ‘siapakah yang anda gambar? dan umurnya berapa serta apa yg sedang dia lakukan?” nah, kalian bisa mejawab dengan mudah dan berarti anda sangat mengenali diri anda sendiri.

Biasanya ada saja cara tim psikologi untuk ngetes kujujuran pesertanya. Misal ada 50 soal, ternyata nomor 49 mereka sudah menghentikannya. Jadi jangan pernah menyolong start untuk mengisi soal no 50 walaupun sudah tahu jawabannya.

Denger-denger juga nih, kalau waktu anda ditanya dan butuh waktu buat berpikir, sebaiknya sambil berpikir mata anda tetap fokus ke orang yang bertanya atau kalau mau melirik, meliriklah kearah sebelah kanan, jangan ke arah sebelah kiri.

Intinya setiap tes yang dilakukan penuh dengan arti. Semoga saja apa yang dikerjakan bukanlah suatu yang fatal sehinga bisa lolos tes psiko tersebut. Pe-De aja lagi menghadapi tes psikologi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 8 = 11

Share